Gila

Gue takut gue jadi gila, gue nggak bisa kemana-mana, ga bisa duduk lama, kalau bergerak sakit. Posisi tanpa rasa sakit cuma berdiri dan berbaring. Tapi untuk mengubah posisi dari berdiri ke berbaring? damn, nyeriiii as hell.

Dan sekarang rasanya udah bukan cuma fisik lagi, kerasa banget impact di kondisi psikis. Setiap hari gue sedih, bahkan nangis-nangis kalo lagi sepi. Rasanya udah jarang banget senyum, (gue ketawa cuma pas ngeliat taeil NCT pake baju belle di halloween party, udah itu doang) dan nggak bisa kerjain kerjaan gue membuat gue merasa gak berguna, gue depresi.

Gue sedih sakit terus, gue sedih gak bisa dandan cantik dan jalan-jalan kayak dulu, gue sedih gak bisa ngegambar, gue sedih karena yang gue liat cuma rumah doang, dan gue sedih karena kesepian.

Disini juga gue nggak ada teman. Cikarang timur itu desa kecil, orang-orang seumur gue sudah sibuk dengan suami dan anaknya, mereka udah nggak bisa diajak main secara kekinian lagi apalagi diajak gosipin meme atau korea. Dan temen-temen gue yang lebih bisa diajak main gak disini.

Dulu gue punya banyak impian, punya banyak planning, sekarangpun kalau nggak lagi sakit gue bakalan menjalankan rencana gue. Tapi dengan kondisi gue yang kayak gini, impian gue mungkin bakal sangat sulit digapai, tersisa satu impian yang masih berani gue impikan: sembuh.

Iklan

I miss

I miss my look everytime i go out with my friend. My on point outfit, my make up that made me think i was a little bit more beautiful than before, my black wedges shoes, and i miss my bright smile.

I miss my healthy body, how my finger dancing on the tablet and easily creating artworks, how i feel satisfy as i see them, and how i could eat everything to celebrate my productivity.

I miss a journey to the flower city, where i could see a lot of beautiful scenery behind the bus window, into the bus i sat for one, two, even three hours without feel sore.

Ah i miss myself so much, healthy version of me, happy version of me. I miss her.

Reyot

Maaf kalau lagi-lagi isinya ngeluh. Yang magic dari blog ini memang saat keluh kesahku ditulis, everything got better. So ya let’s get started.

Alhamdulillah sekarang aku sudah jarang mual-mual lagi, masih muncul tapi udah nggak muntah. Sekarang perutku jadi lebih stabil dan enak.

But i can’t say my condition is better now cause the pain moves from my lamb to my hip joint. So my legs feel sore, numb and paralyzed, or this is what we call “pegel linu”.  But maybe it’s not as simple as it sound, cause it’s hurt a lot just because a little movement. I feels like paralyzed everytime i woke up, i became sore just because sneezing (that gaves a little pressure to my leg) even i cried when i prayed cause i should kneel, bend my hip joint and the pain is real.

Duduk saja pedih sekali, aku nggak bisa duduk menghadap layar dan menggambar seperti sediakala. Ini benar2 mengganggu produktifitas. Enggak bisa menggerakkan badanku rasanya kayak dikutuk, sedih banget.

Aku kira penyebabnya adalah suhu bandung yang sekarang dinginnya tak kira-kira. Tapi mungkin salah. Aku segera pergi ke cikarang, bukannya kakunya hilang malah tangan kiriku ikut-ikutan kaku. Yang terbaru pergelangan kaki kiriku dan tangan kananku ikut-ikutan. Makanya aku menulis ini selagi bisa.

Rasanya nyesel banget, saat badanku fit aku banyak malas-malasnya, aku jarang makan makanan sehat dan jarang olahraga. Karena ispa, rangeku dalam menyanyi jadi turun dari 3 oktav jadi 2 sekian, aku selalu tercekat di nada tinggi karena dahak yang suka muncul tiba-tiba. Seolah aku sudah kehilangan kemampuan untuk itu. Aku menyesal karena dimasa muda aku tidak pede dan tak memanfaatkan sebaik-baiknya kondisi fit tersebut. Jangan sampai kemampuan desainku, kemampuan gambarku juga harus hilang cuma gara-gara tangan dan kakiku sulit digerakkan. Sepertinya aku bakalan kehilangan kehidupan tanpa itu. Dengan badan reyot aku bisa apa?

Siapapun kamu yang membaca tulisan ini, kumohon, kumohon doakan aku agar segera sehat dan bebas dari penyakit, khususnya penyakit yang membuatku tidak bisa berkarya.

Insha Allah doanya akan kembali untukmu, semoga kamu sehat selalu. Aamiin.

Knee

On that day, my acid reflux made me threw up and about to collapse.

My mother went to my dorm with her staff to picked me up, yes, from cikarang to Bandung.

Into our car, I slept on her knee; tried to slept actually. While patted my head, my mother talked with her staff, on their conversation i heard my mother said:

“Do you know?

Among my childen, she is the kindest”.

I held back my tears to not fell down on my mother’s knee.

 

Unhappy?

Rasa-rasanya sakitku aneh banget. Dia muncul saat aku stress.

Asam lambungku nggak sembuh-sembuh padahal obatnya udah 2 batch. Ditambah sering demam lagi, yang aku tahu demam bukan gejala asam lambung. Tapi iya, kalau stress dikit aja perutku bakal bergejolak dan berbunyi. Sumpah bikin tengsin. Kalau stress juga aku suka demam, aneh banget.

” Lo psikosomatis kali gi”

Bisa jadi kata temanku benar, soalnya literally saat aku stress penyakitnya muncul. Tapi tentunya nggak bisa memvonis diri sendiri kalo gak ada basic medis. Psikosomatis sendiri adalah penyakit-penyakit yang muncul saat kita stress, banyak tekanan dan.. kurang bahagia. Untuk gejala-gejalanya memang mirip sih sama penyakit gue.

Am i unhappy?

Maybe. I have a lot of things to do in one day and it’s not in one aspect, and i feel tired to manage it. It’s because i easily get stressed especially when i do something that is not my expertise.

And one thing that, maybe could be the reason why i sick is.. i don’t have a deep convo friend.

I stressed out and i can’t tell the stories with friend who want to hear me. Some of my friend who r the best listeners are busy, and the rest of my friend is not good at listening. They keep telling their problem as worse than me, “ya kamu masih mending, aku nih blabla”.

And i can’t help but silent. I don’t want to be like him/her or fight in “who have the worst problem”competition. Every condition is different. And if you don’t want to understand my problem it’s ok, i will not begging you to hear me.

Pelarianku sebenarnya biasanya komik. I made comic and all of my crap thought is in it. Believe or not it’s one thing that makes me stressed: uninportant shit in my head. Ideas is not that hard for me to search, it’s everywhere. LITERALLY EVERYWHERE THAT MADE ME TIRED AND STRESSED. But comics is best therapy i think. People like it, thought i don’t have any expectation for those crappy artwork. But the bad news is i am poor and don’t have a free time cause i take a lot of side job.

So yah, that’s why i don’t have anything to make me happy. I am so lonely, I don’t have a friend who hear me, i don’t have a money, i don’t have a time to do my hobby. I usually eat spicy food to brighten my life but now it’s forbidden. I am unhappy even more, day by day.

I should do something to change it. I want to be happy, like you.

Akibat Terlalu Malas

Mungkin kalo ada kompetisi malas malasan, gue bakal juara, karena kemalasan gue hampir luarbiasa giga ultra tak terhingga, dari segala aspek.

Bayangkan, dulu jaman sekolah dan kuliah gue sering banget telat. Terus kalau pakai sepatu keds pasti 2 tahun nggak dicuci dan ikatannya default biar bisa langsung dipakek dan gak di ikat lagi. Gue juga pengagung agung fitur search di windows karena bisa lebih cepet cari file. Terus kalau makan pasti gue nggak kunyah supaya paling cepet selesai, bukan karena rakus atau lapar tapi karena biar cepet kelar. Bahkan gue menyebut-nyebut bubur sebagai makanan favorit bukan hanya karena rasanya enak, tapi karena IT’S EASY TO EAT. Biar apa? Biar makannya selesai cepet terus jadi sedia ngerjain hal lain. Hal lainnya cepet dikerjain biar cepet selesai, soalnya: selesai artinya santai.

Terus juga soal tugas atau kerjaan, gue pasti puter otak beberapa kali lipat di awal biar bisa menyelesaikan semuanya secara efisien. Gue benci kalau dalam pekerjaan, gue harus ngerjain sesuatu yang tidak efektif atau tidak worthy, karena gue pribadi orangnya sangat result oriented. Apalah itu cerita sukses soal proses kalau ujung-ujungnya yang diceritain itu Bill Gates (ah jadi kemana-mana). Yah pokoknya karena inilah kadang otak gue ter-push terlalu keras, keras sekali hingga sering stress soal hal kecil. But yes, apa-apa emang kelar lebih cepet. Dan sebagai orang yang punya banyak hobi, tentu spare time yang dihasilkan berkat ngelarin hal lain lebih cepat adalah suatu berkah yang HQQ.

Tapi semua akhir-akhir ini bersatu dan menghantamku dalam satu sakit kecil.

Asam lambung, dan ada semacam tukak di lambung.

Akibat apa? Makan kagak dikunyah. Apa lagi? Stres!!!!!

HAHAHA. MAKAN TUH EFISIEN.

Hari-hariku yang baru rasanya kagak ada efisien-efisiennya. Tiap makan perut melilit-lilit kayak ditonjok, suka muntah dan juga pusing. Biasanya kalau udah gini i can’t do anything but lying in bed. So saya biasanya bawa tidur sampe nggak perih lagi perut. Karena tidur tentu waktuku bener-bener gak produktif.

Rasa sakit itu ternyata nggak melulu muncul saat lagi makan, karena saat telat makanpun perihnya kayak mau mati sodara-sodara! Jadi serba salah sih, lu makan sakit telat makan apalagi. Ah rulesku hancur lebur hanya karena si sakit kampret ini.

Pada akhirnya memang kayak ginian adalah tabungan dari hari kemarin, iya penggunaan waktunya sangat efisien tapi apa gunanya kalau belum usia 30 aja badan udah banyak salahnya. Iya lebih cepet tapi apa gunanya kalo matinya juga lebih cepet. Iya lebih produktif tapi apa gunanya kalo dihari nanti cuma bisa produktif di alam kubur hiii..

Dan pada akhirnya, metode cepat harus diganti dengan metode sehat.

Faster

So many lessons that we got at visual communication design department. We learnt a lot about simplicity and effectivity. We believe the expert one is not a person who can make complex artwork or detail design. But he is person who can reach a same level of beauty as theirs but in faster time. So, yes. Simplicity and effectivity is the keys. We hate effort thats not worth.

I practice a lot about it not only when i create some design but also when i eat, wear my cloth, etc. I eat faster than everybody else but it doesn’t mean i eat a lot. I just want to make it done faster no matter how to give a free time for me.

But ya people seems don’t like me to do work effortless. They love to see someone who do a lot of things that don’t worth. I think it’s stupid. If someone do his job longer than me is that my fault? If i done it faster and i have a spare time than anybody else is that my fault? No, it doesn’t mean i am lazy. Oh man, maybe yes, i’m lazy, but the point is effectivity. If your work is not that effective than me is that my fault?

Plus i did fast work to make a spare time for me to rest, not to get an extra job that is not ready to be executed. Do you know that is wasting my rest time? You kill me indirectly.