Unhappy?

Rasa-rasanya sakitku aneh banget. Dia muncul saat aku stress.

Asam lambungku nggak sembuh-sembuh padahal obatnya udah 2 batch. Ditambah sering demam lagi, yang aku tahu demam bukan gejala asam lambung. Tapi iya, kalau stress dikit aja perutku bakal bergejolak dan berbunyi. Sumpah bikin tengsin. Kalau stress juga aku suka demam, aneh banget.

” Lo psikosomatis kali gi”

Bisa jadi kata temanku benar, soalnya literally saat aku stress penyakitnya muncul. Tapi tentunya nggak bisa memvonis diri sendiri kalo gak ada basic medis. Psikosomatis sendiri adalah penyakit-penyakit yang muncul saat kita stress, banyak tekanan dan.. kurang bahagia. Untuk gejala-gejalanya memang mirip sih sama penyakit gue.

Am i unhappy?

Maybe. I have a lot of things to do in one day and it’s not in one aspect, and i feel tired to manage it. It’s because i easily get stressed especially when i do something that is not my expertise.

And one thing that, maybe could be the reason why i sick is.. i don’t have a deep convo friend.

I stressed out and i can’t tell the stories with friend who want to hear me. Some of my friend who r the best listeners are busy, and the rest of my friend is not good at listening. They keep telling their problem as worse than me, “ya kamu masih mending, aku nih blabla”.

And i can’t help but silent. I don’t want to be like him/her or fight in “who have the worst problem”competition. Every condition is different. And if you don’t want to understand my problem it’s ok, i will not begging you to hear me.

Pelarianku sebenarnya biasanya komik. I made comic and all of my crap thought is in it. Believe or not it’s one thing that makes me stressed: uninportant shit in my head. Ideas is not that hard for me to search, it’s everywhere. LITERALLY EVERYWHERE THAT MADE ME TIRED AND STRESSED. But comics is best therapy i think. People like it, thought i don’t have any expectation for those crappy artwork. But the bad news is i am poor and don’t have a free time cause i take a lot of side job.

So yah, that’s why i don’t have anything to make me happy. I am so lonely, I don’t have a friend who hear me, i don’t have a money, i don’t have a time to do my hobby. I usually eat spicy food to brighten my life but now it’s forbidden. I am unhappy even more, day by day.

I should do something to change it. I want to be happy, like you.

Iklan

Akibat Terlalu Malas

Mungkin kalo ada kompetisi malas malasan, gue bakal juara, karena kemalasan gue hampir luarbiasa giga ultra tak terhingga, dari segala aspek.

Bayangkan, dulu jaman sekolah dan kuliah gue sering banget telat. Terus kalau pakai sepatu keds pasti 2 tahun nggak dicuci dan ikatannya default biar bisa langsung dipakek dan gak di ikat lagi. Gue juga pengagung agung fitur search di windows karena bisa lebih cepet cari file. Terus kalau makan pasti gue nggak kunyah supaya paling cepet selesai, bukan karena rakus atau lapar tapi karena biar cepet kelar. Bahkan gue menyebut-nyebut bubur sebagai makanan favorit bukan hanya karena rasanya enak, tapi karena IT’S EASY TO EAT. Biar apa? Biar makannya selesai cepet terus jadi sedia ngerjain hal lain. Hal lainnya cepet dikerjain biar cepet selesai, soalnya: selesai artinya santai.

Terus juga soal tugas atau kerjaan, gue pasti puter otak beberapa kali lipat di awal biar bisa menyelesaikan semuanya secara efisien. Gue benci kalau dalam pekerjaan, gue harus ngerjain sesuatu yang tidak efektif atau tidak worthy, karena gue pribadi orangnya sangat result oriented. Apalah itu cerita sukses soal proses kalau ujung-ujungnya yang diceritain itu Bill Gates (ah jadi kemana-mana). Yah pokoknya karena inilah kadang otak gue ter-push terlalu keras, keras sekali hingga sering stress soal hal kecil. But yes, apa-apa emang kelar lebih cepet. Dan sebagai orang yang punya banyak hobi, tentu spare time yang dihasilkan berkat ngelarin hal lain lebih cepat adalah suatu berkah yang HQQ.

Tapi semua akhir-akhir ini bersatu dan menghantamku dalam satu sakit kecil.

Asam lambung, dan ada semacam tukak di lambung.

Akibat apa? Makan kagak dikunyah. Apa lagi? Stres!!!!!

HAHAHA. MAKAN TUH EFISIEN.

Hari-hariku yang baru rasanya kagak ada efisien-efisiennya. Tiap makan perut melilit-lilit kayak ditonjok, suka muntah dan juga pusing. Biasanya kalau udah gini i can’t do anything but lying in bed. So saya biasanya bawa tidur sampe nggak perih lagi perut. Karena tidur tentu waktuku bener-bener gak produktif.

Rasa sakit itu ternyata nggak melulu muncul saat lagi makan, karena saat telat makanpun perihnya kayak mau mati sodara-sodara! Jadi serba salah sih, lu makan sakit telat makan apalagi. Ah rulesku hancur lebur hanya karena si sakit kampret ini.

Pada akhirnya memang kayak ginian adalah tabungan dari hari kemarin, iya penggunaan waktunya sangat efisien tapi apa gunanya kalau belum usia 30 aja badan udah banyak salahnya. Iya lebih cepet tapi apa gunanya kalo matinya juga lebih cepet. Iya lebih produktif tapi apa gunanya kalo dihari nanti cuma bisa produktif di alam kubur hiii..

Dan pada akhirnya, metode cepat harus diganti dengan metode sehat.

Faster

So many lessons that we got at visual communication design department. We learnt a lot about simplicity and effectivity. We believe the expert one is not a person who can make complex artwork or detail design. But he is person who can reach a same level of beauty as theirs but in faster time. So, yes. Simplicity and effectivity is the keys. We hate effort thats not worth.

I practice a lot about it not only when i create some design but also when i eat, wear my cloth, etc. I eat faster than everybody else but it doesn’t mean i eat a lot. I just want to make it done faster no matter how to give a free time for me.

But ya people seems don’t like me to do work effortless. They love to see someone who do a lot of things that don’t worth. I think it’s stupid. If someone do his job longer than me is that my fault? If i done it faster and i have a spare time than anybody else is that my fault? No, it doesn’t mean i am lazy. Oh man, maybe yes, i’m lazy, but the point is effectivity. If your work is not that effective than me is that my fault?

Plus i did fast work to make a spare time for me to rest, not to get an extra job that is not ready to be executed. Do you know that is wasting my rest time? You kill me indirectly.

Demisexual

dream kecil lengkap

So many people ask me “hey have you ever dated someone?”

Srsly, why i should dating?

Oh ya, FYI meski aku tiungan tapi alasan aku nggak pacaran sebenernya gak gitu religius amat.

1. Buat apa? Buat membatasi orang untuk cari orang lain? Kalau ternyata pacar lo adalah jodohnya temen lo, lo hanya bisa mengutuki kehidupan rumah tangga mereka nantinya. “Pagar makan tanaman”, “orang busuk selalu bersama dengan orang busuk”, atau semacamnya. Yah meski ngeselin tapi da mereka jodoh. Mau gimana.

2.  Take too much time. Saat orang lain pacaran satu kali, aku bisa ngerjain proyekan, komik, tulisan, coveran, sambil makan enak.

3. Take too much money. Saya dhuafa tapi juga nggak mau menyusahkan orang untuk mentraktirku setiap kali bertemu.

3. Men nowadays are jerk. They just want to f*ck us. Beneran. Wajar sih namanya cowok, tapi asli itu nyebelin.

I don’t like guys who like me physically. Kayak yang.. He likes my face and body so one day he will imagine me laying in his bed..Cuh. Even more with guy who likes every girl he met. Kayak yang “ah yang penting cewek, jadi bisa gue rayu donk” Ew.. semua cewek akan bilang “i am not typical girl you’ve met. Sorry” hahaha..

I like guy who likes me not as a girl. But as a person. As a human.

As a human, i can help another human. Throwing garbage in dustbin, amusing people, listening every story, comfort my friend, and sing a song for someone.

As a human, you could see me wash my stuff by my hand, not asking for help as long as i can do it by myself, live my independence life, and value your privacy.

As a human, i could create or say something to make people around me laughed and forgot their problem, i could paint their face to show how i care about them, and will not doing it if they don’t like it. But one thing that you should know, the more you know me, the more you’ll never get bored.

Oh man.. so many things that i can promote if you see me as a human. I’m totally attractive as a human but if it’s becoming as a girl, there’s nothing left hahahaha..

I am not beautiful nor elegant, a little bit uncontrolled hyperactive, and don’t have a soft voice when i talk to you.

But i am glad to know that it’s hard for guy to love me as a girl. Cause i hate them.

Dhuafa

Ada yang berubah setelah lulus kuliah, karena dalam segi ekonomi aku turun SES.

Aku yang awalnya satu-satunya tanggungan di keluargaku, dengan ibu ayah PNS dan kakak-kakak yang sudah bekerja, tidak perlu pusing-pusing mengenai uang. Nggak perlu mikirin uang tinggal berapa karena memang nggak dibatasi perbulannya sama orangtua (mereka kayaknya khawatir banget), tinggal minta dan gesek, beres.

Tapi sekarang lain. Aku sudah tua, sudah bekerja, dituntut harus mandiri. Mau tidak mau harus bertahan lebih lama di kosan sempit ini ; harus kerja untuk bayar kos sendiri, beli kebutuhan sehari-hari, juga cari tambahan biar jajannya nggak mulu dari gaji. Setiap harinya juga harus menyisihkan waktu buat ngurusin kamar dan nyuci baju. Wah, banyak banget printilan yang harus dikerjakan saat hidup mandiri! Kadang bangga, kadang sakit kepala.

Kondisiku mungkin lebih beruntung daripada beberapa temanku, contohnya tetanggaku di kosan. Dia sama-sama cewek yang ngekos di bandung, dengan segala kebutuhannya dia juga harus menyisihkan buat adiknya! Wah, aku belum bisa kasih siapa-siapa.. Mau setor ke ortu juga asa ngakak, karena mereka lebih banyak uangnya.

But still, life is getting harder! Makan pilih yang murah, sabun-sabun pilih yang promo, baju beli di cimol (lol), dan freelance harus diambil kala nggak punya uang. Pagi sampai malam harus tetep strong!

Tapi aku tahu, ada saatnya nanti kita sudah melewati ini semua dan bisa naik step. Ekonomi akan lancar, SES naik pelan-pelan dan segalanya mulai stabil. Semacem fase golden bujangan lah ya.

Di fase itu, tempat tinggalku akan lebih besar. Aku juga nggak usah pilih-pilih barang termurah, bisa pulang ke cikarang sesering mungkin karena punya uang (atau kendaraan?), Dan bisa kasih ortu materi yang nggak mudah diketawain.

Despacito, reggy. Pelan-pelan.

:’)))))

Satu hari

Mungkin teman-teman penasaran kenapa akhir-akhir ini blog aku hampir tiap hari update. Iya, tak lain tak bulan adalah karena aku ikutan 31 days writing challenge yang diadain di kantor eFishery dengan peserta ada belasan. Jadi aku harus nulis 31 hari full tanpa bolong. Kalau bolong sehari aja akan dikenakan denda sesuai dengan nominal yang disepakati.

Berhubung aku paling dhuafa diantara rekan kantor yang ikutan (cewek baru lulus 2012, ngekos sendiri juga, kurang dhuafa apa lagi!) kayaknya mungkin nominal dendaku nggak segede yang senior hahahaa. Tapi yah, namanya orang nggak punya duit mah tetep aja ada rasa gimanaaa gitu. Makanya dari 31 hari ini aku cuma bolos 1 kali.

Satu hari itu adalah hari dimana aku berpikir “iya udah nggak apa-apa bolos sehari, cuma 15 ribu ini”.

Malam itu sehabis pulang kerja, aku dan teman-teman makan di Kobe. Setelah itu kami jalan-jalan sebentar buat cari spot futu-futu. Malam hari bikin jalanan sepi dan sangat menyenangkan buat dilalui, seolah itu jalanan dari ujung keujung punya sendiri.

Habis itu kami ke alun-alun dan tidur tiduran sambil menatap langit. Ajaibnya adalah langit Bandung malam itu banyak bintang-bintang! Nggak habis pikir, biasanya cari bintang di Bandung itu susah banget, tapi langit hari itu mungkin lagi super cerah. Sepertinya emang lagi mau manjain kami. Manis banget kamu langit!

Kami tidur-tiduran dan menatap langit sambil sesekali ngidol Kolea. Ah suhunya juga dingin-dingin lucu, untungnya baju kami tebal malam itu.

Keperfect-an suasananya bikin malam itu begitu mahal. Iya mahal. Aku yang sibuk kantor dan nyambi, teman-temanku yang juga juga sibuk kesana kesini sampe keburu capek di hari lowong, akhirnya bisa santai bareng dengan suguhan bintang-bintang yang lucu, yang didapatkan pun cuma di tempat gratisan, alun-alun! Entah berapa harganya, tapi yang aku tahu malam itu jauh jauh jauh lebih mahal daripada 15 ribu.

Yah aku bohong kalau bilang malam itu perfect banget. Malam itu bisa sangat-sangat-sangat perfect kalau aja nggak ada baling-baling bocah!!

Tau nggak mainan baling-baling anak kecil yang banyak di alun-alun? Iya, jadi itu baling-baling bakalan terbang tinggiiiiiiiiiiiiiiiiii banget trus nanti jatoh gitu aja. Kadang lurus kadang nyasar tapi seringkali nyasar. Kalau dari visual sih lucu nyala-nyala gitu di malam hari. Tapi kalau udah nyasar dan mendarat dimuka, uh, sama sekali kagak lucu.

Jadi kan posisi kami itu tiduran yak, menghadap langit. Trus kalau udah ada baling-baling kampret yang melaju seperti peluru dari atas, kami yang tadinya sans dan chill akhirnya harus guling-guling turbo menghindar sambil teriak “Aaaaaa” Wah itu ganggu banget sih. Ibu coba tolong ya itu anaknya.

Tapi nggak apa-apa. Memang bohong kalau bilang perfect banget, tapi hari itu perfect kok. Nggak pakai banget tapi perfect. Perfect dan mahal, sehingga aku yang pedit ini sampai merelakan bolos nulis demi menikmati maksimal momen itu.

Dan akhirnya last day datang juga! Seneng banget hari ini terakhir nulis wajib, tapi emang ada rasa kehilangan gitu. Bener kata kak hawafirdausi, ini hari terakhir nulis berasa lebaran. Seneng karena gak kudu menyisihkan waktu buat nulis lagi tapi juga sedih karena rutinitas yang lucu bakalan hilang. Apalagi seringkali kami saling mengomentari atau sekedar memberi emot untuk tulisan-tulisan satu sama lain. Teman dan rekan kerja yang sebelumnya boro-boro tahu blogku, sekarang jadi pada tahu 😀

Pokoknya terima kasih untuk penyelenggara challenge ini karena bulan Juli ini blogku jadi kaya postingan. Aku senang bisa berbagi kerecehanku yang kadang cuma jadi awan hitam dikepala. Menulis mungkin bisa jadi terapi yang bagus apalagi ada aja yang mengapresiasi! Pokoknya terima kasih penyelenggara, juga rekan-rekan yang juga ikutan program ini. Kalian semua awesome lah pokoknya!

Iya kok iya yang satu hari itu dibayar. Hehe.

Pengen ngeluh

Beberapa orang bilang : jangan mengeluh! Mengeluh hanya membuang waktu, Cuma mengeluh tidak membuat tugas dan kerjaanmu selesai!

Jelas iya.

Aku kadang mengeluh, tapi aku kerjakan tugas-tugasku. Meski begitu, nggak bisa disingkirkan fakta bahwa aku juga pengeluh.

Saat menghadapi masalah, aku bercerita ke teman, aku menulis blog, menulis status, menggambar kesedihan, kadang sambil menangis. Aku bukan seseorang yang bisa cuek terhadap perasaanku sendiri, mengabaikan bahwa aku capek, mengabaikan bahwa aku sakit hati, mengabaikan bahwa aku sangat sedih, aku tidak bisa.

Setelah itu, setelah perasaanku keluar, baru aku bisa kerjakan semua. Dengan hati yang lebih lega.

Untukmu yang tidak punya masalah dalam pikiranmu, mungkin bisa dengan mudah mengabaikannya. Tapi ini aku. Tanpa mengeluarkan semua perasaanku, kepalaku akan penuh. Bahkan mungkin saja, aku bisa bunuh diri nantinya.

Dan jangan paksa aku mengikuti standar “benar” versimu, kalau memang ada yang “baik” untukku.

Mengeluh tidak akan membuat tugasmu selesai, iya.

Tapi setidaknya hatimu lega.

(Aduh naon tea geuning kalau ditaro lagu ini kenapa jadi bodor rasa-rasanya)